Sabtu, 30 Juni 2012

Bunyi

Perhatikan gambar di bawah ini! Pada gambar terlihat seorang anak sedang memainkan biola. Setelah digesek, biola mengeluarkan bunyi yang merdu. Apa yang menyebabkan biola itu dapat
berbunyi ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut simaklah materi berikut dengan saksama!



A.     Konsep Bunyi
Bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar. Benda yang bergetar dan menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Bunyi merambat memerlukan medium perantara. Jadi, syarat terjadi dan terdengarnya bunyi adalah :
1. ada sumber bunyi,
2. ada medium perantara, dan
3. ada pendengar (penerima bunyi).

B.     Jenis-jenis Bunyi
Berdasarkan frekuensinya, gelombang bunyi dibedakan menjadi tiga, yaitu gelombang infrasonik, gelombang audiosonik, dan gelombang ultrasonik.
1.  Gelombang Infrasonik
Gelombang infrasonik adalah gelombang yang mempunyai frekuensi di bawah jangkauan manusia, yaitu lebih kecil dari 20 Hz. Gelombang infrasonik hanya mampu didengar oleh beberapa binatang seperti jangkrik, anjing, dan kelelawar.
2.  Gelombang Audiosonik
Gelombang audiosonik adalah gelombang yang mempunyai frekuensi antara 20 sampai 20.000 Hz. Gelombang audiosonik merupakan gelombang yang mampu didengar oleh pendengaran manusia dan sebagian besar binatang.
3.  Gelombang Ultrasonik
Gelombang ultrasonik mempunyai frekuensi di atas jangkauan pendengaran manusia, yaitu lebih besar dari 20.000 Hz. Kelelawar pada malam hari memancarkan gelombang ultrasonik dari mulutnya. Gelombang ini akan dipantulkan kembali bila mengenai benda. Dari gelombang pantul yang didengar tadi, kelelawar dapat mengetahui jarak dan ukuran benda yang berada di depannya.
Gelombang ultrasonik dimanfaatkan oleh manusia dalam berbagai bidang, antara lain:
a. untuk mengukur kedalaman air laut,
b. untuk sterilisasi pada makanan,
c. digunakan dalam bidang kedokteran untuk memeriksa
tubuh manusia (ultrasonografi), dan
d. kacamata tunanetra.

C.     Cepat rambat bunyi
Hubungan cepat rambat bunyi, jarak, dan waktu dirumuskan secara matematis sebagai berikut.
s = v . t
Keterangan:
s   = jarak tempuh bunyi (m)
v   = cepat rambat bunyi (m/s)
t    = waktu tempuh bunyi (s)

Bunyi merupakan gelombang longitudinal. Sehingga, juga berlaku persamaan gelombang :

v = λ . f              
Keterangan:
λ      = panjang gelombang bunyi (m)
T     = periode (s)
f      = frekuensi bunyi (Hz)




Latihan Soal
Untuk mengevaluasi pemahaman materi mengenai “Bunyi” ini silahkan kerjakan latihan soal berikut :
=> Latihan Soal Bunyi [klik di sini]

Terima kasih telah berkunjung di blog Indonesia Cerdas. Silahkan tinggalkan komentar anda di kotak komentar dan klik suka atau share artikel ini di Facebook, Twitter, maupun Google+1.

4 komentar:

BJGP-Rizal mengatakan...

Bunyi adalah yang akan menghancurkan jagad raya ini, apakah kita sudah menanamkan Emosional Spritual kpd anak didik kita.. ?? Bedah Frequensi ambang benda bisa kita analisa disana...

Agus Dwianto mengatakan...

Masukan yang menarik...terima kasih atas kunjungannya

NetterKu mengatakan...

Berapa kecepatan bunyi? Kecepatan cahaya? alat apa yg mengukur kecepatan tersebut....

Free Download Lagu dan Lirik mengatakan...

Ulasan yang menarik.
Belajar fisik di website ini memang asik...

Poskan Komentar

 

Materi Kelas VII

Materi Kelas VIII

Materi Kelas IX

Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | belt buckles