Gaya

Dua orang anak sedang bermain bola. Anak tersebut menendang bola dengan kakinya. Jika tendangannya keras maka bola akan bergerak dengan cepat. Mengapa bola bergerak setelah ditendang? Apa yang sebenarnya diberikan anak tersebut pada bola? Dapatkah bola yang diam bergerak dengan sendirinya? Temukan jawabannya dengan mempelajari materi ini.

Kegiatan anak menendang bola sama artinya dengan anak tersebut memberikan gaya pada bola. Seseorang yang mendorong meja, berarti memberikan gaya dorong pada meja. Sedangkan seseorang yang menarik gerobak berarti memberikan gaya tarik pada gerobak. Dari penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat mengakibatkan perubahan gerak dan atau bentuk benda.

Gaya Sentuh dan Gaya Tak Sentuh
Gaya di bedakan menjadi dua, yaitu gaya sentuh dan gaya tak sentuh.
1.      Gaya Sentuh
Seseorang yang sedang mendorong mobil berarti memberikan gaya pada mobil. Orang tersebut memberikan gaya dengan kontak langsung dengan mobill. Gaya inilah yang dikenal dengan gaya sentuh. Gaya sentuh adalah gaya yang bekerja pada benda akibat adanya sentuhan. Contoh gaya sentuh antara lain gaya otot dan gaya gesek.
2.      Gaya Tak Sentuh
Sebatang magnet dapat menarik besi dengan mudah tanpa perlu disentuhkan pada besi. Gaya yang dimiliki magnet merupakan contoh gaya tak sentuh. Jadi gaya tak sentuh adalah gaya yang bekerja pada benda tanpa adanya sentuhan dengan benda tersebut. Contoh gaya tak sentuh antara lain gaya gravitasi bumi dan gaya listrik.



Melukis Gaya
Gaya termasuk besaran vektor karena selain memiliki nilai juga memiliki arah. Suatu gaya dapat digambarkan dengan diagram vektor berupa anak panah. Titik O disebut titik pangkal dan titik A disebut titik ujung. Panjang OA menyatakan nilai gaya dan arah panah menyatakan arah gaya.


Contoh:
Gaya F1 sebesar 3 N ke kanan dapat digambarkan anak panah yang panjangnya 3 cm dengan arah ke kanan.
Gaya F2 sebesar 4 N ke kiri dapat digambarkan anak panah yang panjangnya 4 cm dengan arah ke kiri.
Satuan gaya menurut satuan SI adalah newton (N) satuan yang lain adalah dyne. Di mana :
1 N = 105 dyne

Besarnya gaya dapat diukur dengan neraca pegas.


Resultan Gaya
Hasil perpaduan dua gaya atau lebih dalam satu garis kerja akan menghasilkan satu gaya pengganti yang disebut resultan gaya.
Jika gaya F1 dan F2 searah, maka resultannya adalah jumlah kedua gaya itu adalah :


R = F1 + F2
Jika gaya F1 dan F2 berlawanan arah, F1 > F2 maka resultannya adalah selisih kedua gaya itu dan arahnya sesuai dengan gaya yang lebih besar :


R = F1 - F2
F1 = gaya pertama (N)
F2 = gaya kedua (N)
R = resultan gaya (N)


Gaya Gesekan


Gaya gesekan adalah gaya yang timbul akibat persentuhan langsung antara dua permukaan benda, arah gaya gesekan berlawanan dengan kecenderungan arah gerak benda. Besarnya gaya gesekan ditentukan oleh kehalusan atau kekasaran permukaan benda yang bersentuhan.
(Sumber Gambar : E-dukasi.net)

Balok kayu yang ditarik di atas triplek akan timbul gaya gesek yang lebih besar dari pada di atas kaca, karena triplek lebih kasar dari kaca.


Contoh gaya gesekan yang menguntungkan
1. Gaya gesekan pada rem dapat memperlambat laju kendaraan
2. Gaya gesekan pada alas sepatu dengan jalan, jika jalan licin orang yang berjalan bisa tergelincir
Contoh gaya gesekan yang merugikan:
1. Gaya gesekan antara udara dengan mobil dapat menghambat gerak mobil.
2. Adanya gaya gesekan pada roda dan porosnya, sehingga dapat mengakibatkan aus
(Sumber Gambar : E-dukasi.net)


Berat Benda
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyebut massa benda dengan berat. Dalam Fisika berat benda berbeda dengan massa benda. Apa perbedaan antara berat benda dan massa benda?
Berikut ini perbedaan antara berat benda dan massa benda :
  1. Massa benda adalah ukuran banyaknya zat yang dikandung suatu benda, sedangkan berat benda adalah besarnya gaya tarik/gravitasi terhadap benda.
  2. Massa benda di setiap tempat besarnya sama, tetapi berat benda dipengaruhi oleh percepatan gravitasi sehingga besarnya berbeda di setiap tempat.
  3. Massa benda dapat diukur dengan neraca, sedangkan berat benda dapat diukur dengan neraca pegas atau dinamometer.
  4. Satuan massa benda adalah kilogram, sedangkan satuan berat benda adalah newton.


Perbandingan berat dan massa sebuah benda di suatu tempat selalu tetap. Perbandingan berat dan massa benda ini disebut percepatan gravitasi. Percepatan gravitasi di bumi rata-rata 9,8 N/kg. Percepatan gravitasi di bulan 1,6 N/kg.


Hubungan antara berat benda, massa benda dan percepatan gravitasi secara matematis dapat dituliskan:
m = massa benda (kg)
w = berat benda (N) atau
g = percepatan gravitasi (N/kg) atau (m/s2)




Contoh Soal :
Massa seorang astronot di bumi adalah 60 kg. Jika percepatan gravitasi bumi 9,8 N/kg dan percepatan gravitasi bulan1/6 percepatan gravitasi di bumi, tentukan
a. massa astronot di bulan
b. berat astronot di bulan


Penyelesaian:
Diketahui : gbumi  = 9,8 N/kg
gbulan = 1/6 x 9,6 N/kg
mbumi = 60 kg


Ditanyakan :
a. mbulan = …… ?
b. Wbulan= …… ?


Jawab :
a. mbulan  = mbumi   = 60 kg
    (massa benda di mana pun besarnya sama)
b. Wbulan= mbulan.gbulan = 60 . 1/6 . 9,8 = 96 N
Jadi, massa astronot itu di bulan adalah 60 kg, sedangkan beratnya 96 N.


Latihan Soal
Untuk mengevaluasi pemahaman materi mengenai “Gaya” ini silahkan kerjakan latihan soal berikut :
=> Latihan Soal Gaya [klik di sini]


Terima kasih telah berkunjung di blog Indonesia Cerdas. Silahkan tinggalkan komentar anda di kotak komentar dan klik suka atau share artikel ini di Facebook, Twitter, maupun Google+1.

0 comments:

Post a Comment

 

Materi Kelas VII

Materi Kelas VIII

Materi Kelas IX

Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | belt buckles