Perubahan Benda di Sekitar Kita

Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berhubungan dengan benda-benda di sekitar kita. Benda-benda tersebut dapat mengalami perubahan. Misal, singkong berubah menjadi tape, air yang direbus mengalami perubahan wujud dari cair menjadi uap air, es yang dipanaskan akan berubah wujud dari padat menjadi cair. Mengapa nira yang dimasak dapat berubah mnejadi gula jawa? Mengapa nasi dapat membusuk? Kita akan belajar bersama mengenai perubahan benda di sekitar kita.

Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
Perubahan benda dibedakan menjadi perubahan fisika dan perubahan kimia. Perubahan fisika merupakan perubahan zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru. Misal, beras yang ditumbuk menjadi tepung. Beras yang ditumbuk menjadi tepung, hanya menunjukkan bentuk dan ukuran yang berubah, tetapi sifat molekul zat pada beras dan tepung tetap sama. Peristiwa perubahan wujud zat, antara lain: menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim, mengkristal merupakan perubahan fisika. Terdapat beberapa ciri- ciri pada perubahan fisika, yaitu: tidak terbentuk zat jenis baru, zat yang berubah dapat kembali ke bentuk semula, hanya diikuti perubahan sifat fisika saja. Perubahan sifat fisika yang tampak adalah bentuk, ukuran, dan warna berubah.
Perubahan kimia adalah perubahan pada zat yang menghasilkan zat jenis baru. Pernahkah kamu membakar kertas? Apa yang dapat kamu lihat setelah kertas tersebut habis terbakar? Terdapat abu yang diperoleh akibat proses pembakaran. Kertas sebelum dibakar memiliki sifat yang berbeda dengan kertas sesudah dibakar. Contoh perubahan kimia, antara lain: nasi membusuk, susu yang basi, sayur menjadi basi, telur membusuk, telur asin, besi berkarat, dan lain-lain. Terdapat beberapa ciri-ciri perubahan kimia suatu zat, yaitu: terbentuk zat jenis baru, zat yang berubah tidak dapat kembali ke bentuk semula, diikuti oleh perubahan sifat kimia melalui reaksi kimia. Selama terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi.

Diskusi

Dapatkan kamu menyebutkan jenis perubahan benda yang terjadi pada proses pembuatan gula jawa? Diskusikan dengan teman-temanmu!

Pengaruh Kalor terhadap Perubahan Suhu

Pada saat merebus air menggunakan kompor, kita dapat merasakan bahwa panas (kalor) yang dihasilkan kompor dapat membuat suhu disekitar kompor berubah. Udara, panci maupun air yang direbus menjadi lebih panas dibandingkan sebelum kompor dinyalakan. Mengapa dapat terjadi demikian? Apakah sebenarnya yang mempengaruhi besarnya kalor yang diterima suatu benda? Mari kita pelajari bersama untuk lebih memahami konsep kalor yang dapat mengubah suhu benda!
Gambar Air dipanaskan 
Kalor merupakan suatu bentuk energi yang dapat berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi menuju benda yang suhunya lebih rendah ketika bersinggungan. Kalor berbeda dengan suhu. Kalor merupakan suatu bentuk energi, sedangkan suhu merupakan derajat panas suatu benda. Besarnya kalor yang diterima atau dilepaskan suatu benda pada kenyataannya sebanding dengan kenaikan atau penurunan suhu benda, sehingga terkadang ada yang menganggapnya sama. Untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi besarnya kalor yang dilepas maupun diterima oleh suatu benda, kita dapat melakukan percobaan sesuai Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berikut ini.

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Tujuan : Menyelidiki faktor yang mempengaruhi besarnya kalor yang dilepas maupun diterima oleh suatu benda.
Alat dan bahan :
  1. Satu buah gelas kimia ukuran 200 ml
  2. Termometer
  3. Stopwatch
  4. Pembakar spiritus (bunsen)
  5. Kaki tiga
  6. Kawat kasa
  7. Statif
  8. Air
  9. Minyak goreng

Langkah Percobaan :
  1. Susunlah alat seperti pada gambar di atas!
  2. Isilah gelas kimia dengan 50 ml air!
  3. Ukur suhu air mula-mula menggunakan termometer sebelum dipanaskan, kemudian catat sebagai suhu awal pada tabel pengamatan.
  4. Nyalakan pembakar spiritus dan letakkan di bawah gelas kimia. Saat itu juga hidupkan stopwatch untuk menghitung waktu yang dibutuhkan sehingga suhu naik sebesar 100C . Catat suhu tersebut sebagai suhu akhir pada tabel pengamatan !
  5. Setelah suhu naik 100C, matikan stopwatch dan catat waktunya pada tabel pengamatan !
  6. Isilah gelas kimia dengan 100 ml air
  7. Ulangi langkah 3, 4 dan 5!
  8. Perhatikan data hasil pengamatanmu, lalu buatlah kesimpulan !
  9. Ulangi kembali langkah 3, 4, dan 5 dengan menggunakan 100 ml minyak goreng.
  10. Bandingkan hasil percobaan yang diperoleh antara air 100 ml dan minyak goreng 100 ml, lalu buatlah kesimpulan !




Tabel Hasil Pengamatan

No
Zat
Massa
(g)
Suhu awal (oC)
Suhu akhir (oC)
Kenaikan suhu (oC)
Waktu (sekon)
1
Air
50


10

2
Air
100


10

3
Minyak goreng
100


10


Selanjutnya kerjakan Quiz berikut :

Kisi-kisi Ulangan Kenaikan Kelas IPA Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014

image Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014 untuk SMP Rayon Wonogiri akan digelar bulan Juni 2014 mendatang. UKK digelar sekaligus mengakhiri kegiatan pembelajaran untuk tahun pelajarn 2013/2014.

 

Sebagai pedoman dalam batasan materi dan persiapannya, berikut ini kisi-kisi Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) mata pelajaran IPA Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014 untuk SMP Rayon Wonogiri .

  1. Kelas 7 [klik di sini]
  2. Kelas 8 [klik di sini]

[Animasi] Pemuaian

Sahabat Indonesia Cerdas, mari kita lanjutkan belajar kita. Kali ini kita akan belajar mengenai pemuaian. Untuk lebih jelasnya simak materi dan animasi pemuaian berikut ini :

[Animasi] Bagaimana Cara Mengukur Volume Batu ?

Sahabat Indonesia Cerdas, ayo kita lanjutkan belajar sains kita. Kali ini kita akan belajar mengenai bagaimana cara mengukur volume batu. Batu merupakan contoh benda yang bentuknya tidak beraturan, sehingga tidak ada rumus yang dapat digunakan sebagaimana ketika kita menghitung volume balo, kubus, bola, maupun bangun lainnya.

Untuk lebih jelasnya, simak materi dan animasi bagaimana cara mengukur volume batu berikut ini :

[Animasi] Kesalahan dalam Pengukuran

Di dalam melakukan pengukuran sering terjadi kesalahan dalam pembacaan hasil pengukuran. Kesalahan tersebut dikarenakan posisi mata yang salah, yaitu tidak tegak lurus terhadap obyek yang diukur. Kesalahan dalam pengukuran dikarenakan posisi mata yang salah disebut kesalahan paralaks.

Sahabat Indonesia Cerdas…berikut ini materi dan animasi belajar sains : kesalahan dalam pengukuran !

[Animasi] Konversi Satuan Panjang

Kembali berjumpa dengan Indonesia Cerdas, web belajar sains untuk kita semua. Kali ini kita akan belajar mengenai konversi satuan panjang.

Pembahasan materi konversi satuan panjang adalah mengenai pengubahan satuan panjang yang satu ke satuan panjang lainnya. Untuk lebih jelasnya perhatikan materi dan animasi berikut ini :

 

Materi Kelas VII

Materi Kelas VIII

Materi Kelas IX

Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | belt buckles